HASIL DEBAT CAWAPRES , GIBRAN LAYAK MENJADI WAKIL PRESIDEN 2024-2029

  




Jakarta - Mencermati hasil debat Cawapres yang digelar di JCC  (Jakarta Convention Center) dengan tema” ekonomi, keuangan, investasi pajak, perdagangan, pengelolaan APBN-APBD, Infrastruktur,dan perkotaan” menunjukkan bahwa Gibran Rakabuming Raka menguasai subtansi materi yang diperdebatkan. 



Menurut Pakar Kebijakan Publik Prof.Dr.H.Paiman Raharjo, M.Si yang juga selaku Ketua Umum relawan Sedulur Jokowi menilai bahwa mas  Gibran menguasai panggung dari awal hingga akhir debat, luar biasa dan patut diberi apresiasi yang tinggi buat kaum anak muda. Rakyat bisa menilai, ternyata bila anak muda diberi kesempatan menjadi calon Pemimpin Indonesia, penampilannya tidak kalah dengan orang tua yang sudah memilik pengalaman segudang. Tidak menjamin bahwa orang tua yang sudah meniliki pengalaman bahkan bergelar Profesor pun bisa meremehkan anak muda, jelasnya kepada awak media di Jakarta, Sabtu, 23 Desember 2023.



Ditambahkannya, " Banyak anak muda yang berprestasi dan punya gagasan dan ide yang cemerlang di negeri ini. Mas Gibran contohnya, walau baru punya pengalaman menjadi Walikota selama 3 tahun di Solo, tapi mas Gibran mampu menjawab harapan masyarakat dengan kerja nyata, inovatif dan gagasan serta ide yang mampu mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat." Katanya.


" Dalam debat Cawapres yang digelar hari Jumat,22 Desember 2023 di JCC, menunjukkan kualitas mas Gibran dalam menghadapi senior-seniornya sungguh luar biasa. Gibran yang sebelumnya diprediksi bakal keok dan tak berdaya dalam debat Cawapres ternyata justru membalikkan atau menepis anggapan tersebut, dimana mas Gibran tampil cemerlang dan menguasai materi debat, sehingga paslon lainnya terlihat tak berdaya. Salah satu program mas Gibran yang bakal melibatkan  ibu-ibu rumah tangga se Indonesia adalah program makan siang gratis di setiap daerah, namun orang selalu mencibir bahwa program ini tidak populer dan menghabiskan anggaran," tambahnya.


" Saya menilai program ini memiliki efek mengatasi pengangguran dan membuka lapangan pekerjaan bagi kaum ibu-ibu yang bisa membuka UMKM dan Catering dalam menyiapkan makan siang gratis di setiap daerah. Bisa dibayangkan kaum ibu-ibu akan memiliki penghasilan rutin karena terlibat menyiapkan nasi kotak untuk masyarakat. Efek lain program ini juga  sebagai upaya memperbaiki gizi bangsa yang sebagian masyarakat Indonesia kesulitan makan, di samping itu juga bisa mengatasi stunting  bagi anak anak dari keluarga miskin.serta meningkatkan kesejahteraan. Selain itu mas Gibran dalam rangka meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak akan meningkatkan Rasio penerimaan pajak dan bukan tarif pajak. Dalam sesi debat ini Cawapres urut 3 kewalahan dan kurang mengerti antara rasio pajak dan tarif pajak, sungguh genius pemikiran mas Gibran sebagai perwakilan generasi muda Indonesia. ujar Paiman. 


Menurutnya, " Selain membuat tak berdaya Cawapres nomor urut 3, mas Gibran juga membuat Cawapres nomor urut  1 terlihat kedodoran dan tidak mengerti saat berdebat tentang SGIE yang kemudian mas Gibran menjelaskan bahwa SGIE  (State of The Global Islamic Economi) merupakan Publikasi ekonomi halal dunia atau ekonomi syariah, dimana Indonesia memiliki pangsa pasar besar di dunia atas produk-produk halal.

Mas Gibran sepanjang debat terlihat santai, rilek dan selalu sopan kepada para seniornya.  Ini menunjukkan bahwa Gibran merupakan sosok calon pemimpin yang rendah diri dan tidak sombong, " ujar Paiman.


Mengakhiri komentarnya, Paiman berharap agar seluruh masyarakat Indonesia dapat menilai secara obyektif atas  kualitas dan dedikasi anak muda Indonesia , sehingga momentnya saat ini generasi muda berada di garda depan dalam membangun bangsa Indonesia, harapnya. (DOD).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Matinya Demokrasi Kampus Universitas Prof.Dr.Moestopo (Beragama)

Bantu Kesulitan Warga, Kodim 0618/Kota Bandung Hadir Melalui Pemeriksaaan Kesehatan ( Tensi Gratis) di Lapangan Gasibu

P3HPI Harapkan Perpajakan Berbiaya Murah dalam Mencari Keadilan dalam bidang Perpajakan.